Beranda HUKUM Edarkan Sabu Saat Salat Tarawih, Pelaku Ditangkap Polres Penajam

Edarkan Sabu Saat Salat Tarawih, Pelaku Ditangkap Polres Penajam

Sabu
Edarkan narkoba jenis sabu di saat warga tengah menunaikan salat Tarawih, seorang pria ditangkap Satuan Reskrim Narkoba (Satnarkoba) Polres Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (26/4/2021).

Terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu ini berinisial HD (36). Dia dibekuk bersama barang bukti 6 paket narkoba diamankan dari lokasi Kelurahan Gunung Seteleng Penajam.

“Tersangka kami amankan tanpa perlawanan sekitar jalan umum Kelurahan Gunung Seteleng Kecamatan Penajam,” ujar Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Hendrik Hermawan, Rabu (28/4/2021).

Kasus ini terungkap berawal saat tim Opsnal Sat Resnarkoba PPU melakukan penyelidikan tentang peredaran narkoba di Kecamatan Penajam. Selama beberapa waktu terakhir ini, warga mengeluhkan maraknya transaksi narkoba di Kelurahan Gunung Seteleng.

Ketika dilakukan penyelidikan, polisi mendapati seseorang mencurigakan duduk sendirian di atas sepeda motor pinggir jalan Kelurahan Gunung Seteleng. Polisi mengenali identitas orang ini yang ternyata menjadi target operasi peredaran narkoba di PPU.

Saat pria ini digeledah, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa satu bungkus kotak rokok di tangan tersangka. Dalam kotak rokok itu ternyata dijadikan sebagai tempat menyimpan enam paket narkoba jenis sabu dan satu lembar plastik C-Tik.

“Kami juga mengamankan satu unit handphone android milik tersangka. HD juga mengakui kalau semua barang bukti yang ditemukan petugas adalah miliknya,” ungkap Anton.

Polisi kemudian memproses tersangka yang memanfaatkan malam Ramadan untuk mengedarkan narkoba. Pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polres PPU guna menjalani proses lebih lanjut. Kini tersangka telah dijebloskan ke tahanan Polres PPU.

“Barang bukti yang berhasil kami amankan selain enam poket sabu-sabu, juga ada satu kotak rokok warna hitam, satu lembar plastik C-Tik selama ini dijadikan sebagai pembungkus sabu, satu unit handphone dan satu unit sepeda motor matic merek Honda,” jelas Anton.

Anton juga mengatakan, tersangka terancam ketentuan Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

“Tersangka diancam hukum penjara di atas tujuh tahun penjara, sebagaimana termuat dalam Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.