Beranda PERISTIWA Angka Perceraian Meningkat Tajam di Banjarmasin Selama Pandemi Covid-19

Angka Perceraian Meningkat Tajam di Banjarmasin Selama Pandemi Covid-19

Angka Perceraian
Angka perceraian meningkat tajam di Kalimantan Selatan selama pandemi Covid-19. Hal ini dilaporkan oleh Pengadilan Agama (PA) di Kalimantan Selatan.

Data angka perceraian di Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, sejak Januari sampai Maret 2021 jumlahnya terus meningkat di kota seribu sungai itu.

Plh Panitera Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, Hj Murijati mengatakan pada Januari 2021 perkara perceraian yang diputus PA se-Kalsel hanya sekitar 342 perkara. Namun, memasuki bulan kedua perkara meningkat hingga dua kali lipat menjadi 752 perkara.

“Pada bulan Maret naik lagi, ada 878 perkara perceraian yang diputus,” ujarnya.

Dari jumlah angka perceraian setiap bulannya, dia menyebut paling banyak ialah cerai gugat (istri yang menggugat cerai suami). Pada bulan Januari, tercatat cerai gugat mencapai 260 perkara. Sedangkan, cerai talak cuma 82 perkara.

“Pada bulan Februari, cerai gugat sebanyak 584 perkara dan cerai talak 168. Sedangkan pada Maret, cerai gugat mencapai 699 perkara dan cerai talak hanya 179,” ungkap Hj Murijati.

Perceraian terjadi paling banyak karena adanya perselisihan dan pertengkaran terus-menerus antara suami dan istri. “Perselisihan ini ada beberapa faktornya. Kebanyakan karena faktor ekonomi,” ujar dia.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, ekonomi masyarakat makin turun sehingga mengakibatkan kasus perceraian meningkat. Tahun lalu belum terasa, meskipun ada yang kena PHK, masih punya cadangan uang.

“Tahun ini, kasus perceraian mulai meningkat lantaran banyak masyarakat yang sudah kesulitan ekonomi,” jelasnya.

Tahun lalu, jumlah perkara perceraian justru berkurang jika dibandingkan 2019. Lantaran dampak pandemi Covid-19 masih belum terasa.

“2019 jumlah perkara perceraian 7.899, sedangkan tahun lalu cuma 6.991,” pungkas Hj Murijati.