Beranda HUKUM Edukasi dari Polda Kaltim agar Terhindar dari Investasi Bodong dan Pinjol

Edukasi dari Polda Kaltim agar Terhindar dari Investasi Bodong dan Pinjol

Edukasi
Illustrasi
Edukasi terkait dengan maraknya investasi fiktif di wilayah hukum Polda Kaltim yang memicu keresahan masyarakat diberikan oleh Direktur Bina Masyarakat (Dir Binmas) Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Anggie Yulianto Putro pada Kamis sore di kawasan Mall Pentacity Balikpapan.

“Kami berikan upaya penangkalan serta edukasi kepada masyarakat, mal menjadi lokasi sosialisasi ini untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak tergiur keuntungan investasi bodong yang melimpah padahal bodong,” ungkap Anggie dilansir dari korankaltim.com, Kamis (28/7/2022) sore.

Dari Edukasi tersebut masyarakat mendapat informasi untuk melakukan upaya ketika menghadapi praktik investasi bodong. Selain investasi bodong yang menjadi perhatian juga terkait adanya pinjaman online (Pinjol) yang juga meresahkan masyarakat.

“Seperti paparan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) masyarakat bisa menghubungi melalui WA 0811575757 untuk memeriksa platform legal atau ilegal,” katanya.

Ada empat kota besar di Kaltim seperti Balikpapan, Bontang, Samarinda dan Berau menjadi daerah yang rawan praktik ilegal itu.

“Pantauan di kota besar di Kaltim seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang dan Berau itu jumlah masyarakat yang banyak bukan masalahnya ya. Tentu semua kami berikan perhatian diseluruh wilayah di Kaltim,” jelasnya.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudarma menambahkan, masyarakat harus terus waspada terhadap investasi bodong. Menurutnya penggunaan sarana telekomunikasi yang serba digital menjadi peluang.

“Media telekomunikasi hari-hari ini sangat masif sehingga begitu mudah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab ini mencoba untuk menggaet para korban melalui penanaman investasi yang belum tentu legal,” tutur Made.

Masyarakat diminta lebih selektif dan memahami legalitas platform investasi apakah tercatat di OJK atau tidak.

“Agar tidak cepat tergiur terhadap janji bagi hasil atau bunga yang ditawarkan karena biasanya mendapat bunga sangat tinggi dalam jangka waktu yang cepat. Dua kuncinya riten yang tinggi dan jangka waktu cepat ini yang diharapkan sementara dihindari sampai yakin lembaga tersebut benar legal,” ungkap Made.

Artikulli paraprakPelaku Pencabulan Anak Kandung di Samarinda Ancam Bunuh Sang Istri dan Bakar Rumah
Artikulli tjetërKobaran Api Bakar Sebuah Rumah di Bontang, Diduga Korsleting Listrik