Beranda NASIONAL Garuda Sebagai Desain Istana Ibu Kota Baru Dikritik, Nyoman Tak Mau Tiru...

Garuda Sebagai Desain Istana Ibu Kota Baru Dikritik, Nyoman Tak Mau Tiru Bangunan Negara Lain

Garuda
Desain istana Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur yang dilengkapi Garuda merupakan gagasan Nyoman Nuarta sempat mendapat banyak kritik dari netizen bahkan asosiasi arsitek ikut mengkritik gagasan itu.

Bahkan Nyoman sebagai pemenang desain tersebut, membeberkan apa yang telah dibuatnya. Ia memilih konsep Garuda karena merupakan ikon yang mewakili seluruh Indonesia. Nyoman pun mengaku tak mau meniru bangunan-bangunan di negara lain.

“Indonesia kan belum pernah bikin Istana, itu kan warisan kolonial. Kita disuruh meniru terus terang nggak mau. Karena saya bukan penjajah. Saya harus bisa menyodorkan identitas bangsa. Kalau nanti ada yang kayak di Jerman maunya. Lho, kita ini orang apa? Orang apa kok penginnya seperti di Jerman. Kaidah-kaidahnya tidak sesuai,” ujar Nyoman, Sabtu (24/4/2021).

Garuda
Nyoman Nuarta

Nyoman mengatakan, ikon Garuda dalam desain Istana Negara di Ibu Kota Baru adalah identitas yang mewakili bangsa, bukan hanya satu suku budaya di Tanah Air.

“Ide saya mendesain itu karena berpikir Garuda sudah dipahami. Garuda Pancasila sudah komitmen nasional, itu kita setuju. Tapi kalau saya bawa style rumah rakyat etnis tertentu di situ, etnis yang lain marah dong, cemburu dong? Betul nggak? Jadi harus yang nasional dan itu sudah komitmen,” jelas Nyoman.

Desain yang digagas Nyoman itu dikembangkan bersama timnya yang terdiri dari arsitek, ahli struktur, ahli lingkungan, dan sebagainya. Ia menjelaskan, desain yang sudah ditampilkan ke publik sendiri adalah desain dasar yang masih terus dikembangkan, menyesuaikan dengan kebutuhan Istana Presiden itu sendiri.

“Istana itu kan ada kepentingan-kepentingan. Istana harus aman, kuat. Kedua, tamunya bermacam-macam. Ada yang namanya tamu negara, lewatnya dari mana. Ada tamu VIP kita, menteri-menterinya, rakyat, ada 17 Agustus yang selalu dirayakan di depan Istana. Bagaimana mengatur manusia ini? Itu tidak gampang, dan itu kita pelajari. Kita juga pakai konsultan yang ahli dalam bidang itu,” ungkap Nyoman.

Nyoman juga menjelaskan, pihaknya harus menyelesaikan pengembangan dari desain dasar dalam kurun waktu dua minggu ke depan. Lalu, proyek Istana Negara itu akan dilelang untuk menentukan kontraktor apabila Rancangan Undang-undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) sudah disahkan.

“Pembangunannya setelah basic desain selesai, kita kan dikasih waktu 2-3 minggu, itu akan ditenderkan kalau sudah ada UU IKN, baru bisa ditenderkan,” tandas Nyoman.

Artikulli paraprakMenolak Poligami, Apakah istri Berdosa?
Artikulli tjetërOksigen di KRI Nanggala-402 yang Tenggelam Bisa Bertahan 5 Hari