Beranda HUKUM Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Samarinda Ancam Bunuh Sang Istri dan Bakar...

Pelaku Pencabulan Anak Kandung di Samarinda Ancam Bunuh Sang Istri dan Bakar Rumah

Pencabulan
Kasus pencabulan anak kandung sendiri di Samarinda menjadi kabar yang menghebohkan di Kalimantan Timur. Seorang ayah seharusnya menjaga anaknya dengan baik, dan memiliki peran sebagai kepala rumah tangga di sebuah keluarga, justru tercoreng akibat nafsu.

Seorang ayah terbukti sebagai pelaku pencabulan anak kandung sendiri yang masih berusia 16 tahun. Aksi bejat yang terjadi di Kota Samarinda ini dilakukan sang ayah terhadap anak kandungnya sendiri telah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun lamanya, sejak sang anak masih berusia sembilan tahun.

Tapi, yang lebih parahnya lagi, aksi bejat sang ayah itu diketahui oleh sang istri. Tapi, sang istri tidak dapat berbuat banyak karena berada di bawah ancaman oleh suaminya tersebut.

Untuk diketahui, orangtua korban memiliki empat anak.

“Jadi pertama kali si korban mengadu ke ibunya. Tapi waktu ditanya, si suami malah mengancam akan membakar rumah atau membunuh kalau sampai istrinya buka suara,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, Senin (25/7/2022).

Disebutkannya, aksi pencabulan anak kandung sendiri dilakukan oleh sang ayah di rumah sendiri yang berada di kawasan Sambutan dan terus berulang hingga Korban berusia 16 tahun.

“Korban kembali dipaksa melayani pada 22 Juli 2022 lalu,” ujarnya.

Tidak tahan dengan perbuatan pria yang tidak ingin dipanggilnya ayah tersebut, Korban akhirnya melarikan diri ke rumah sang nenek. “Di sana terungkap semua. Dan neneknya ini yang melapor ke Polsek Samarinda Kota,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pekerja serabutan ini dijerat Pasal 76 huruf E Juncto Pasal 82 Undang-Undang RI Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Artikulli paraprakWartawan Korban Pembunuhan di Jakarta Timur Sempat Lari Minta Tolong
Artikulli tjetërEdukasi dari Polda Kaltim agar Terhindar dari Investasi Bodong dan Pinjol