Beranda HUKUM Pengetap BBM Bersubsidi yang Diduga Menyebabkan Kebakaran di Sungai Pinang Ditahan Polisi

Pengetap BBM Bersubsidi yang Diduga Menyebabkan Kebakaran di Sungai Pinang Ditahan Polisi

Pengetap
Polisi menahan pengetap BBM bersubsidi yang diduga menyebabkan kebakaran dua hari lalu di Sungai Pinang. Pria berinisial M itu ditetapkan tersangka atas dugaan pelanggaran Pasal 40 Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Pelaku sudah menjual BBM eceran tersebut selama kurang lebih satu tahun. Biasanya M mendapat suplai dari pengetap yang menggunakan kendaraan roda dua (motor),” ungkapnya dilansir dari kaltim.prokal.co, Sabtu (23/7/2022).

Lantaran, adanya pengawasan pihak kepolisian terhadap distribusi BBM subsidi membuat M tak mendapat suplai pertalite. Akhirnya tersangka memutuskan untuk melakukan pengetapan menggunakan mobil.

“Ketika kebakaran, saat itu M baru saja mengisi pertalite ke pertamini. Saat Hendak melakukan perniagaan kembali, ternyata tanki mobil dalam keadaan kosong. Sehingga dia mengambil 1 liter dari dispenser tersebut,” ujarnya.

Setelah mengisi BBM 1 liter dalam tangki mobil, pelaku pengetap tersebut menyalakan mobil pick up jenis Daihatsu Grand Max tersebut.

“Seketika itu juga langsung menimbulkan api dan terjadi kebakaran. Akibatnya lima bangunan dan satu mobil terbakar,” ucapnya.

Namun, kata Ary, untuk lebih memastikan penyebab api, pihaknya bakal mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. Sejauh ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa 1 pertamini, 2 jerigen kapasitas 43 liter, 1 jerigen kapasitas 5 liter, corong BBM, dan slang.

“Perniagaan kembali BBM bersubsidi ancaman hukumannya lima tahun penjara,” jalasnya.

Untuk diketahui, kebakaran di wilayah padat pemukiman penduduk terjadi pada Kamis (21/7) sekitar pukul 11.35 Wita. Ada lima bangunan dan satu kendaraan roda empat diamuk jago merah. Akibat musibah di Jalan Gerilya, RT 36, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, tersebut 10 kepala keluarga dengan jumlah 40 jiwa kehilangan tempat tinggalnya.

Petugas pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api setelah selama 70 menit. Itu setelah menurunkan 12 fire truck milik Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan 20 mesin portabel.

“Luasan area terbakar sekitar 50×70 meter,” tutur Hendra, kepala Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda.

Adapun rincian yang terbakar; 2 rumah tunggal, 3 rumah bangsal dengan total 6 pintu. Juga, satu mobil pick up jenis Daihatsu Grand Max.

“Dugaan api pertama muncul dari kendaraan roda empat tersebut,” lanjut Hendra.

Saat penanganan api petugas mengalami beberapa kendala. Selain karena sumber air yang minim, banyaknya warga yang menonton musibah kebakaran tersebut membuat petugas kesulitan memadamkan api.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut,” jelasnya

Artikulli paraprakMau Olahraga saat Puasa? Ini Tipsnya
Artikulli tjetërDikabarkan Cerai, Cupi Cupita Dinyinyiri Netizen: Habis Kontrak Ya?