Beranda HUKUM Terbongkar Arisan Bodong Guru Honorer di Samarinda Korban Alami Kerugian Capai Rp...

Terbongkar Arisan Bodong Guru Honorer di Samarinda Korban Alami Kerugian Capai Rp 3 Miliar

Arisan Bodong
Terbongkarnya kasus arisan bodong di Samarinda telah menyeret seorang oknum guru honorer di salah satu SD berinisial JK (24) sebagai tersangka.

Kapolresta Samarinda Kombes Ary Fadli mengungkapkan, kasus arisan bodong yang menyeret oknum guru honorer ini terbongkar karena ada dua laporan yang diterima kepolisian mewakili 23 korban dengan total kerugian Rp 3 miliar.

“Jadi ini ada dua laporan yang kami terima, mewakili 23 korbannya, dengan total kerugiannya itu senilai Rp 3 miliar,” ujar Kombes Ary Fadli.

Kombes Ary membeberkan modus pelaku menjalankan aksi arisan bodong ini dengan menawarkan keuntungan berupa arisan melalui Facebook. JK memberikan iming-iming kepada para korbannya dengan keuntungan besar.

“Misalnya kalau membeli dan memasukkan get nominal Rp 15 juta, dalam waktu beberapa hari mendapatkan keuntungan Rp 25 juta. Hal inilah yang membuat para korban tertarik dan berbondong-bondong membeli arisan tersebut,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan untuk arisan yang diperjualbelikan itu nominalnya bervariatif, ada yang Rp 30 juta, 50 juta dan bahkan 700 juta.

Untuk barang bukti yang diamankan, di antaranya satu unit kendaraan roda dua Daihatsu Terios, satu unit handphone, satu akun FB, satu buah email, satu buku catatan yang mengikuti arisan, dua unit sepeda lipat, sejumlah perhiasan emas, alat rumah tangga, tas, satu unit sepeda motor, sepatu hingga CCTV.

“Ini barang bukti yang kami amankan, sebenarnya masih banyak, tetapi tidak kami sebutkan semua, dari hasil kegiatan yang dilakukan pelaku, kalau dinominalkan aset yang kami amankan ini nominalnya sekitar Rp 300 juta,” ungkapnya.

Kepolisian pun mengamankan rekening koran terkait dengan perputaran uang arisan bodong tersebut, yang dimulai sejak Mei-Oktober.

“Total perputaran uang dalam rekening pelaku ini ada sekitar Rp 19 miliar, ini kemana saja uangnya akan kami tracking atau telusuri,” katanya.

Untuk pasal yang dijerat kepada pelaku yakni 372 KUHP Juncto 378 KUHP.

“Pelaku ini juga dijerat dengan pas pencucian uang, untuk itu asetnya akan kami telusuri dan tracking, ya dengan harapan kemana saja uang Rp 19 miliar ini,” pungkasnya.

Artikulli paraprakAnggota Basarnas Balikpapan Dibacok Tetangga Secara Sadis
Artikulli tjetërKasus Gangguan Ginjal pada Anak Belum Ditemukan di Kaltim